Selasa, 28 Maret 2017

Materi PKn Kelas V Semester 1 - Menjaga Keutuhan NKRI



Materi PKN kelas 5 semester 1
Menjaga Keutuhan NKRI

Gambar 1. Peta Indonesia



Lagu "Dari Sabang Sampai Merauke"

BAB I: NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
A.Pengertian Negara Kesatuan Republik
B.Wilayah NKRI
C.Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
D.Keutuhan NKRI

A. PENGERTIAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK
1.    Bentuk-Bentuk Negara
2.    Bentuk Pemerintahan
3.    Sistem Pemerintahan


Istilah negara muncul pada zaman renaissance di Eropa.
Negara waktu itu diartikan sebagai suatu sistem tugas-tugas publik dan alat-alat perlengkapan yang teratur dalam suatu wilayah tertentu.
Dalam arti luas negara merupakan kesatuan sosial(masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.

1.    BENTUK-BENTUK NEGARA
a.       Negara Kesatuan
Ciri-ciri:
- Penyelenggaraan pemerintahan dilakukan oleh seorang pemerintah yang berada di pusat(pemerintah pusat).
-   Pemerintah pusat memiliki wewenang penuh untuk mengatur seluruh wilayahnya melalui pembentukan daerah-daerah yaitu: provinsi,kabupaten atau kota,dst.
-        Pelaksanaan pemerintahan negara secara desentralisasi maupun sentralisasi.
      
Sentralisasi yaitu bentuk negara di mana semua urusan negara diatur dan diurus oleh pemerintahan pusat
Desentralisasi yaitu bentuk negara di mana pemerintahan pusat memberi kewenangan terhadap daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri berdasarkan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.

Secara umum bentuk negara kesatuan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1)     Negara mempunyai kedaulatan ke dalam dan ke luar yang dipegang oleh pemerintahan pusat.
2)  Dipimpin oleh seorang pemerintah pusat yaitu kepala negara dan memiliki satu lembaga     perwakilan rakyat(DPR)
3) Hanya ada satu kebijaksanaan yang menyangkut persoalan politik,ekonomi (fiskal dan moneter),peradilan atau yustisi,agama,serta pertahanan dan keamanan.

b.      Negara Serikat (Federasi)
Negara federasi atau negara serikat adalah
negara yang terdiri dari beberapa negara bagian yang membentuk kesatuan di mana setiap negara bagian memiliki kebebasan dalam mengatur urusan dalam negerinya masing-masing.
Contoh negara-negara serikat:
Amerika Serikat,Australia,India,Jerman,Malaysia,
dan Swiss.

Ciri-ciri negara serikat:
1)     Negara bagian tidak berdaulat,tapi kekuasaan asli tetap pada negara bagian.
2)     Kepala negara dipilih oleh rakyat dan bertanggungjawab kepada rakyat.
3)     Tiap kepala negara bagian berwenang membuat UUD sendiri selama tidak bertentangan dengan pemerintah pusat
4)     Kepala negara mempunyai hak veto(pembatalan putusan) yang diajukan oleh parlemen(senat dan konggres)
5)     Pemerintah pusat memperoleh kedaulatan dari negara-negara bagian.
Bentuk negara Indonesia adalah kesatuan sesuai pasal 1 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi”Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk republik”.
Sebelumnya Indonesia pernah mengalami perubahan bentuk:
a.       18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 bentuk negara Indonesia kesatuan.
b.      27 Desember 1949bsampai 17 Agustus 1950 bentuk negara Indonesia serikat
c.      17 Agustus 1950 sampai sekarang bentuk negara Indonesia kesatuan.

2.    BENTUK PEMERINTAHAN
Dalam pasal 1 ayat 1UUD 1945 disebutkan bahwa:”Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.”
Republik berasal dari kata res yang artinya kepentingan dan publika berarti umum.Jadi republik artinya kepentingan umum.Pemerintahan dipimpin oleh presiden untuk masa jabatan tertentu.
Ada 3 macam republik:
Republik absolut,republik konstitusional,dan republik parlementer.
a.       Republik Absolut
Pemerintah atau presiden bersifat diktator(sewenang-wenang)dan tanpa ada pembatasan kekuasaan.Penguasa mengabaikan konstitusi dan peraturan perundang-undangan.Untuk melegitimasi kekuasaaannya digunakan partai politik.Dalam pemerintahan ini fungsi parlemen(perwakilan rakyat)diabaikan.
b.       Republik Konstitusional
Presiden memegang kekuasaan sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan.Kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.Dalam melaksanakan pemerintahannya,presiden diawasi secara langsung oleh parlemen(DPR).
c.       Republik Parlementer
Presiden hanya berfungsi sebagai kepala negara karena fungsi pemerintahan berada di tangan perdana menteri.Perdana menteri bertanggungjawab kepada parlemen.Kedudukan presiden tidak dapat digugat.Kekuasaan legistatif lebih tinggi daripada kekuasaan eksekutif.

3.    SISTEM PEMERINTAHAN
a.       Sistem Pemerintahan Parlementer
Para menteri diangkat dan diberhentikan oleh parlemen sehingga mereka bertanggungjawab pada parlemen.Para menteri dipimpin oleh seorang perdana menteri yang bertugas sebagai kepala pemerintahan.
b.    Sistem Pemerintahan Presidential
Menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden.Para menteri tidak bertanggungjawab kepada parlemen tetapi kepada presiden.Menteri-menteri membantu presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Presiden berfungsi sebagai kepala negara sekaligus
sebagai kepala pemerintahan.

Sesuai UUD 1945:
*Sistem pemerintahan Indonesia adalah presidential
*Menteri bertanggungjawab kepada presiden sebagai pelaksana pemerintahan.
*Presiden tidak dapat membubarkan DPR
*DPR juga tidak dapat memberhentikan presiden
*DPR bertugas mengawasi jalannya pemerintahan yang dilaksanakan oleh presiden.
*Terdapat saling kontrol sehingga kekuasaan presiden
  tidak terbatas atau mutlak(diktator).

B.Wilayah NKRI
1.       Indonesia sebagai negara kepulauan
Wilayah Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau merupakan kebanggaan dan kewaspadaan.
Bangga karena di dalamnya terdapat potensi kekayaan alam yang bila dikelola dengan baik dan benar akan sangat mendukung dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.
Kewaspadaan karena wilayah Indonesia yang begitu luas dengan pulau-pulau yang terpisah oleh laut dan selat sangat dimungkinkan terjadinya disintegrasi bangsa.
ž     Posisi geografis Indonesia diantara dua benua(Asia dan Australia) dan dua samudra(Hindia dan Pasifik)
ž    Indonesia berada di garis katulistiwa sehingga wilayahnya subur dengan iklim tropis.
ž     Hal tersebut berpengaruh secara positif seperti:iptek yang mendukung kemajuan bangsa.
ž Pengaruh negatif seperti: mudahnya pengaruh asing yang masuk ke Indonesia misalnya:liberalisme,komunisme,dan budaya asing yang tidask sesuai dengan kepribadian bangsa.
ž     Bangsa Indonesia harus selalu waspada terhadap HTAG Hambatan, Tantangan, Ancaman,
Gangguan).

2.       Batas wilayah NKRI
ž  Batas daratan:
Utara : Malaysia Timur
Timur: Papua Nugini dan Timor Leste
ž  Batas lautan:
ü  Awalnya wilayah teritorial Indonesia berjarak 3 mil mengelilingi masing-masing pulau Indonesia.Hal ini sangat merugikan Indonesia dari segi politik,ekonomi,sosial,budaya,hankam
ü  Tanggal 13 Desember 1957 melalui Deklarasi Juanda dalam forum konferensi hukum laut internasional batas teritorial Indonesia menjadi 12 mil dihitung dari titik-titik pulau terluar saat air laut surut.
ü  Tanggal 21 Maret 1980,pemerintah mengumumkan Zona Ekonomi Eksklusif(ZEE) sepanjang 200 mil diukur dari garis pantai terluar saat air surut(UU RI No.5 tahun 1983 tgl.18 November 1983.

3.       Pemersatu bangsa Indonesia
Alat pemersatu bangsa:
a.       Lambang Negara Indonesia
b.      Bendera Merah Putih
c.       Dasar Negara
d.      Bahasa Indonesia

a.       Lambang Negara Indonesia adalah burung Garuda dengan ciri-ciri:
1)      Kepala selalu menoleh ke kanan,artinya: NKRI selalu membela kebenaran dan keadilan
2)      Jumlah bulu sayapnya tujuh belas,simbol tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu tujuh
3)      Jumlah bulu ekornya delapan,simbol bulan Agustus
4)      Jumlah bulu leher empat puluh lima,artinya Indonesia  merdeka tahun 1945
5)  Di dada burung Garuda terdapat perisai yang menggambarkan simbol-simbol dasar negara Pancasila
6)  Kaki burung Garuda mencengkeram sebuah pita bertuliskan semboyan”Bhinneka Tunggal Ika”artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

Gambar 2. Lambang Negara Indonesia


Lagu Garuda Pancasila


b.  Bendera Merah Putih

Gambar 3. Bendera Merah Putih

Lagu "Bendera Merah Putih"

c. Dasar Negara 
    Dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila
    
Gambar 4. Bunyi Sila Pancasila

Bunyi Teks Pancasila

4. Bahasa Indonesia
  Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia, sesuai dengan isi Sumpah          Pemuda.

Gambar 5. Bunyi Sumpah Pemuda

 Lagu "Satu Nusa Satu Bangsa"


C.Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
ž Sebagai negara plural/beragam sangatlah penting menjaga keutuhan dari segala macam ancaman,tantangan,hambatan,dan gangguan.
ž       Untuk: mencapai cita-cita dan tujuan nasional
      (di alinea 4 UUD 1945:1.melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tanah air Indonesia 2.memajukan kesejahteraan umum 3. mencerdaskan kehidupan bangsa 4.ikut serta menciptakan perdamaian dunia).

D.Keutuhan NKRI

1.       Bangga sebagai bangsa Indonesia
1)      Letak geografis
2)      Budayanya banyak dan bermutu tinggi
3)      Ramah tamah penduduknya
4)      Sumberdaya alam melimpah
5)      Subur
6)      Alam indah
7)      Iklim tropis
Wujud bangga: cinta pada negara/nasionalisme

2.Kerukunan Bermasyarakat,berbangsa,dan Bernegara
a. Alasan dan tujuan membina kerukunan
v  Mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat
v  Tercipta suasana aman,tenteram,dan damai.
v  Tercipta kebahagiaan lahir dan batin

b. Tantangan dan hambatan pembinaan kerukunan
1) Keterbatasan komunikasi antara pemerintah dengan rakyat khususnya di daerah terpencil.
2)      Keragaman kepentingan dan didominasi rasa kesukuan
3)      Permasalahan yang muncul akibat perbedaan SARA
4)      Berbagai ketimpangan dan kesenjangan sosial
5)      Budaya paternalistik dan sikap mental feodal
6)  Kemajuan iptek  dan era globalisasi yang disalahgunakan sehingga merusak moral bangsa.

c. Pembinaan kerukunan
1)      Pemeliharaan dan peningkatan keamanan dan ketertiban umum
2)      Peningkatan ketahanan nasional
3)      Peningkatan ketertiban dan kepastian hukum
4)      Penegakan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

3. Perilaku Menjaga Keutuhan Negara Dalam Kehidupan Sehari-hari
a.  Perasaan hormat
b.  Setia
c.   Cinta tanah air
d.  Membela kebenaran dan keadilan
e.  Semangat kebersamaa

a.       Perasaan hormat
1)      Selalu menghargai orang lain,baik di lingkungan keluarga,sekolah,dan masyarakat
2)      Memiliki sikap sopan
3)      Selalu menghargai orang yang lebih tua
4) Menaati semua peraturan yang berlaku baik dalam kehidupan, hidup bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara
5)      Selalu bertutur kata santun terhadap orang

b.      Setia

1)        Bisa mematuhi keputusan bersama
2)        Menghargai perjanjian yang sudah dibuat
3)        Selalu menepati janji
4)        Menghindari sikap meremehkan paraturan-peraturan yang telah disepakati
5)        Patuh melaksanakan tugas-tugas dan kewajiban
6)        Berpegang teguh pada prinsip hidup terpuji

c.       Cinta tanah air

1)        Menggunakan produk dalam negeri
2)        Berjiwa kepahlawanan
3)        Berani membela kebenaran dan keadilan
4)        Semangat rela berkorban yang tinggi
5)        Bersedia membela kepentingan bersama

d. Membela kebenaran dan keadilan
1)        Berani mengakui kesalahan sendiri dan kemenangan orang lain
2)        Menghindari perilaku licik dan tercela
3)        Bersifat ksatria dan jujur
4)        Bersedia mengakui keunggulan atau kelebihan orang lain
5)        Bersikap adil

e.  Semangat kebersamaan
1)      Memiliki perasaan senasib dan sepenanggungan
2)      Aktif dalam kegiatan kegotongroyongan
3)      Bersikap mengutamakan sikap hidup bersama”berdiri sama tinggi duduk sama rendah”
4)      Tidak meremehkan atau merendahkan orang lain

Demikian materi pelajaran PKn kelas V semester I yang membahas materi Menjaga Keutuhan NKRI, semoga bermanfaat untuk para siswa maupun guru, demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Salam sukses..




Senin, 06 Februari 2017

MATERI IPA KELAS 5 PESAWAT SEDERHANA

MATERI IPA KELAS V SD
PESAWAT SEDERHANA

Untuk mempermudah dalam mengerjakan berbagai pekerjaan, kita dapat menggunakan peralatan. Misalnya ketika ingin menimba air, kita bisa memanfaatkan katrol untuk menarik ember yang berisi air. Untuk membuka tutup botol, kita dapat menggunakan alat pembuka botol, dan juga ketika memotong sesuatu, kita bisa menggunakan gunting atau pisau. Semua alat-alat itu disebut pesawat. Jadi, pesawat adalah alat-alat yang dapat memudahkan dan mempercepat pekerjaan manusia. Karena bentuk dan penggunaannya sederhana, maka dinamakan pesawat sederhana.

Pesawat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.    Pesawat Rumit
Pesawat rumit adalah pesawat yang tersusun atas gabungan beberapa pesawat sederhana. Contohnya mesin cuci, komputer, blender, dan sebagainya.
2.    Pesawat Sederhana
Pesawat sederhana adalah pesawat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan yang disusun secara sederhana. Contohnya obeng, palu, katrol, gunting, dan sebagainya.

Jenis pesawat sederhana

Ada empat jenis pesawat sederhana, yaitu :

1.    Pengungkit (tuas)
Pengungkit disebut juga tuas. Contoh peralatan yang menggunakan prinsif kerja pengungkit antara lain : gunting, pemotong kuku, timbangan, dan jungkat-jungkit.

Pengungkit memiliki bagian-bagian, yaitu :
a.    Titik tumpu
Titik tempat batang ditumpu
b.    Titik kuasa
Titik tempat diadakannya kuasa (gaya)
c.    Titik beban
Titik tempat bekerjanya beban

Berdasarkan letak beban, kuasa, dan penumpunya tersebut, pengungkit dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :
a.    Pengungkit golongan satu
Titik tumpu terletak diantara titik beban dan titik kuasa.
Contohnya : tang, gunting, pemotong kuku, catut paku, timbangan, dan jungkat-jungkit.
b.    Pengungkit golongan dua
Titik beban terletak di antara titik tumpu dan titik kuasa.
Contohnya : kereta sorong/gerobak, pemecah kemiri,  pembuka kaleng, pemotong kertas,
c.    Pengungkit golongan tiga
Titik kuasa terletak diantara titik tumpu dan titik beban.
Contohnya : sapu, sekop, pinset, dan stapler.


2.    Bidang Miring

Bidang miring merupakan suatu alat atau bidang dengan permukaan miring. Salah satu jenis bidang miring adalah tangga. Tangga merupakan pesawat sederhana jenis bidang miring yang digunakan untuk memudahkan mencapai tempat yang tinggi.


Dengan menggunakan bidang miring, kita dapat memperkecil gaya yang diperlukan dan dapat menghemat tenaga ketika menempuh jarak yang akan dilalui. Prinsip  bidang miring juga diterapkan pada jalan di daerah pegunungan yang dibuat berkelok-kelok. Kendaraan tidak cukup bertenaga untuk mendaki lereng yang curam. Kemiringan tanjakan akan lebih landai dengan adanya kelokan sehingga dapat mengurangi tenaga yang diperlukan untuk mencapai ketinggian dan jalan lebih mudah didaki.

Bidang miring juga mempermudah dalam memindahkan benda-benda yang berat. Misalnya memindahkan peti ke dalam truk. Contoh lain yang menggunakan prinsip kerja bidang miring yaitu pisau, pahat, sekrup, paku, kapak, dan baut. Bagian tajam pada benda-benda tersebut merupakan bidang miring.

3.    Katrol
Katrol merupakan pesawat sederhana yang  memudahkan kita untuk mengambil air dari dalam sumur. Dengan katrol, kita dapat menarik ember yang berisi air dengan lebih mudah.

Katrol, menurut penggunaanya dibedakan menjadi 4, yaitu :
1.    Katrol tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berubah saat digunakan.
Contohnya katrol sumur timba, dan katrol pada tiang bendera.

2.    Katrol bebas
Katrol bebasmerupakan katrol yang posisinya berubah saat digunakan.
Contohnya katrol pada alat pengangkatan peti kemas.

3.    Katrol majemuk (ganda)
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas yang dihubungkan dengan tali.

4.    Katrol rangkap
Katrol rangkap terdiri dari lebih dari satu katrol yang disusun sejajar

4.    Roda berporos
Roda berporos merupakan pesawat sederhana yang digunakan untuk memudahkan memindahkan suatu benda. Roda mempermudah pekerjaan. Dengan adanya roda kita bisa mengendarai sepeda. Contoh alat yang memanfaatkan roda berporos antara lain stir mobil, sepeda motor, tombol pintu, dan gerobak.


Adapun prinsip kerja roda berporos, yaitu semakin besar roda, gaya yang digunakan kecil. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil roda, gaya yang diperlukan besar.

GAMBAR CONTOH PESAWAT SEDERHANA










Video Pembelajaran Pesawat Sederhana

MATERI IPS KELAS 5 PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN



MATERI IPS KELAS 5
PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN

PERTEMUAN DI DALAT

Pada tanggal 12 Agustus 1945 tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Sukarno, dan Drs. Mohammad Hatta memenuhi undangan Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam Selatan). Jenderal Terauchi adalah Panglima tentara Jepang di Asia Tenggara. Dalam pertemuan itu, Jenderal Terauchi mengatakan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang. Bom atom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Bom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Kedua kota itu hancur lebur, rata dengan tanah, sehingga Jepang menjadi lumpuh total. Akibatnya, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.


MENANGGAPI BERITA KEKALAHAN JEPANG
Berita tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu didengar oleh para tokoh pemuda Indonesia. Mereka segera menemui Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, dan terus mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan. Akan tetapi, Soekarno menolak.
Kedua tokoh tersebut tidak mau bertindak secara gegabah dan tergesa-gesa. Perlu persiapan yang matang dan musyawarah dalam sidang dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan RI) terlebih dahulu.

 PERISTIWA RENGASDENGKLOK
Setelah mendapat penolakan dari Ir. Soekarno, golongan muda kemudian mengadakan pertemuan di Gedung Bakteriologi di Jalan Pegangsaan. Rapat yang dipimpin oleh Chaerul Saleh dan dihadiri oleh beberapa tokoh pemuda seperti Sutan Syahrir, Wikana, Armansyah, Subadio, Darwis, Adam Malik, dan Singgih. Rapat menghasilkan keputusan untuk mengajukan kepada golongan tua agar segera menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Pada 15 Agustus 1945 pukul 22.00 WIB utusan pemuda Wikana dan Darwis didampingi oleh Shodanco Singgih menghadap Soekarno-Hatta. Mereka kembali meminta tokoh dari golongan tua tersebut untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia esok harinya, yaitu 16 Agustus 1945. Namun, mereka gagal meyakinkan Soekarno dan Hatta. Golongan muda kemudian mengadakan rapat kembali di Jalan Cikini 71. Rapat yang diadakan sekitar pukul 24.00 WIB tersebut menghasilkan keputusan golongan muda akan membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan agar kedua tokoh tersebut segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa pengaruh dari Jepang.

Pada pukul 04.00 dini hari (16 Agustus 1945), kelompok pemuda seperti Soekarni, Chaerul Saleh, Yusuf Kunto dan Singgih membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok, Karawang. Pada hari itu juga terjadi pertemuan antara golongan muda dan golongan tua. Golongan muda diwakili oleh Wikana dan golongan tua diwakili oleh Ahmad Subardjo beserta Yusuf Kunto dari PETA. Mereka sepakat untuk membawa kembali Soekarno dan Hatta ke Jakarta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.
Pukul 16.00 WIB, Ahmad Subardjo diantar oleh Yusuf Kunto pergi ke Rengasdengklok. Ahmad Subardjo memberi jaminan kepada para pemuda bahwa Proklamasi akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Kemudian, rombongan pun kembali ke Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB dengan menggunakan tiga buah mobil.


Gambar tokoh pahlawan yang berperan dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan


DETIK DETIK PROKLAMASI
Sekitar pukul 23.00 WIB, rombongan Soekarno- Hatta sampai di Jakarta dan langsung menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No.1. Rumah Laksamana Tadashi Maeda dipilih sebagai tempat perundingan karena rumah Maeda, aman dari gangguan Jepang. Laksamana Maeda adalah orang Jepang yang sangat peduli pada kemerdekaan Indonesia. Pada pukul 02.00 WIB, Soekarno Hatta memimpin rapat untuk merumuskan teks proklamasi. Rapat ini dilakukan di ruang makan rumah Laksamana Tadashi Maeda yang dihadiri oleh Soekarno, Hatta, Ahmad Subarjo, dan golongan muda yang hadir B.M. Diah, Soekarni, dan Sudiro.
Gambar Suasana Perumusan Teks Proklamasi di Kediaman Laksamana Tadashi Maeda
Setelah teks Proklamasi selesai dirumuskan, teks tersebut langsung diketik oleh Sayuti Melik. Kemudian, Moh. Hatta menyarankan agar naskah Proklamasi ditandatangani oleh seluruh peserta yang hadir. Namun, tidak disepakati oleh seluruh peserta. Atas usul Sukarni naskah tersebut ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Para peserta menyepakati agar proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dilaksanakan esok harinya.
Keesokan harinya pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi banyak orang berkumpul di kediaman Sukarno. Mereka adalah rakyat dan para pemuda. Sekitar pukul 10.00, Ir. Sukarno didampingi Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Berikut ini perkataan Sukarno pada pembacaan proklamasi kemerdekaan:
“Saudara-saudara sekalian, saya telah meminta Saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita, bangsa Indonesia telah berjuang, untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan, telah beratus-ratus tahun. Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya, ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam zaman Jepang ini tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kekuatannya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita. Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu.
Berikut Video Rekaman Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Ir. Soekarno

Gambar Pengibaraan Bendera Merah Putih
Lagu Indonesia Raya
Setelah pembacaan teks proklamasi selesai, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh S. Suhud dan Cudanco Latif, serta diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati Sukarno. Pada saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan, tanpa ada yang memberi aba-aba, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah pengibaran Bendera Merah Putih, Wali kota Suwiryo dan dr. Mawardi memberikan sambutan. Kemudian mereka yang hadir saling bertukar pikiran sebentar lalu pulang ke rumah masing-masing.

Soal IPS Kelas 5 Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan